Thursday, May 26, 2016

Keindahan Terpendam Indonesia yang Bernama Flores

Story by. Ahmad Yani Hasti

Berwisata kini menjadi tren dunia. Tak sedikit orang mengisi waktu senggangnya dengan perjalanan ke suatu tempat. Mereka hendak bersantai dan menikmati hidup. Bahkan sejumlah kawasan di dunia berlomba-lomba menggali potensi wisata yang mereka miliki untuk menarik perhatian para pelancong. Alasannya sederhana, penghasilan dari wisatawan mampu mendongkrak perekonomian setempat.

Kondisi geografis yang unik menjadikan seluruh pelosok Indonesia memiliki aset potensial untuk kegiatan pariwisata. Tak terkecuali Flores yang kaya budaya serta memiliki panorama alam yang indah. Seindah namanya yang diambil dari Bahasa Portugis yang berarti bunga. Merupakan pulau besar di tenggara Indonesia, yang tepatnya berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan menjadi bagian dari Kepulauan Sunda Kelapa.

Anda mungkin hanya mengetahui namanya saja. Tapi ketika anda mengenalnya lebih dekat, yang anda temukan adalah hal-hal yang luar biasa. Flores telah menanti kedatangan siapa saja untuk menjelajahi keindahan tersembunyi Indonesia lainnya.

Desa Wae Rebo merupakan desa terpencil di atas pegunungan dan menjadi salah satu pemandangan unik yang dapat dinikmati di Flores. Memiliki rumah adat yang disebut Mbaru Niang. Rumah adat ini terbilang langka karena hanya tinggal beberapa dan terdapat di Desa Wae Rebo saja. Tahun 2012 mendapat penghargaan dari UNESCO untuk kategori konservasi warisan budaya. (Source: www.alambudaya.com - Photo by. Barry Kusuma)  
Flores, Alor dan Pantar adalah pulau-pulau yang termasuk dalam rangkaian gunung api di Indonesia. Cukup rawan dan hampir setiap tahun terjadi gempa. Hanya Pulau Sumatera atau Jawa saja yang dapat menandinginya. Tapi itu tidak seperti gempa akan terjadi setiap waktu dan di seluruh lokasi. Jadi kenapa harus menciutkan nyali anda untuk sesuatu yang belum tentu buruk terjadi pada anda. Malah di pulau ini tersimpan misteri kekayaan budaya dan keindahan alam yang akan mengejutkan siapapun yang baru datang.

Gunung-gunung api ini boleh menyebabkan bencana. Tapi setelah proses panjang, yang tersisa bukanlah tanah yang benar-benar tandus dan berdebu. Melainkan tanah yang cukup subur untuk ditumbuhi tanaman dan pepohonan. Menghasilkan gunung dan bukit dengan pemandangan hijau nan eksotis.

MENIKMATI KEAJAIBAN ALAM DI SEKITARNYA

Anda tiba di Flores dan menginjakkan kaki di Labuan Bajo. Dan pastinya tidak akan melewatkan tempat-tempat ini. Tak jauh dari Flores telah mengemuka pulau-pulau yang kini menjadi pusat perhatian dunia. Betapa hal-hal telah berkembang besar di sekitarnya.

Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar yang terletak tak jauh dari Flores telah didedikasikan sebagai Taman Nasional Komodo. Pulau-pulau tersebut termasuk Flores menjadi habitat dimana hewan endemik yang disebut komodo berkembang dan bertahan hidup. Hewan itu seringkali disebut juga biawak komodo atau ora. Hewan ini hanya dapat bertahan hidup lebih lama dan berkembang biak di beberapa kawasan di Nusantara Tenggara Timur.

Ingin berpapasan langsung dengan kadal terbesar di dunia yang disebut komodo? Rasakan pengalaman itu dengan berkunjung ke Taman Nasional Komodo yang terletak tak jauh dari Flores. Taman Nasional Komodo adalah salah satu diantara tujuh keajaiban alam yang terbaru. (Source: www.flickr.com - Photo by. Ananggadipa Raswanto)
Dulu, Komodo ini sering diburu. Menyebabkan spesies kadal terbesar di dunia ini terancam punah. Untuk mencegah kepunahan itu, pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar sebagai Taman Nasional Komodo. Dan hewan-hewan langka tersebut ternyata berhasil menyita perhatian tak sedikit wisatawan asing. Selain komodo, diantara Taman Nasional Komodo ini juga terdapat pantai berwarna merah muda yang menarik disinggahi. Orang lokal menamainya Pantai Merah tetapi turis asing lebih senang menyebutnya Pink Beach.

Tahun 1991, Taman Nasional Komodo akhirnya masuk dalam jajaran Situs Warisan Dunia UNESCO. Kemudian berhasil juga dinobatkan sebagai salah satu pemenang “New 7 Wonders of Nature” atau Tujuh Keajaiban Alam Terbaru. Predikat ini diperoleh berdasarkan hasil voting melalui situs www.new7wonders.com pada 11 November 2011. Sehingga Labuan Bajo pun semakin dikenal dan menjadi tempat di Flores yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Karena menjadi titik persinggahan yang akan mengantar anda menuju pulau-pulau yang menjadi salah satu kejaiban alam tersebut. 

RAYUAN PULAU FLORES YANG SAYANG DILEWATKAN

Banyak wisatawan yang mengakhiri kunjungan di Flores hanya sampai di Labuan Bajo dan pergi ke Taman Nasional Komodo. Dan terlihat masih sedikit wisatawan yang berhasil menjelajahi Flores lebih jauh. Padahal Flores menyimpan banyak keunikan yang menggoda untuk dilihat.

Ada beragam kegiatan wisata yang menanti anda. Misalnya berenang atau mengajak anak-anak bermain dan menikmati pantai dengan pemandangan langit dan laut berwarna biru. Di Flores, ada banyak pantai yang menakjubkan diantaranya Pantai Koka berpasir putih yang berada di Kabupaten Sikka. Dan setidaknya anda bisa menemukan puluhan titik untuk menyelam atau melakukan snorkeling di sekeliling Flores. Di dalamnya terdapat pemandangan laut yang benar-benar indah, dimana anda bisa menemui terumbu karang, lumba-lumba, dan ikan duyung. Jika beruntung kadang-kadang anda akan menemukan ikan paus.

Atau cobalah mendaki gunung dan menaiki bukit-bukit. Anda bisa mengamati beragam spesies hewan yang mungkin selama ini anda lihat di layar kaca saja. Dan jangan lewatkan Taman Nasional Kelimutu di Desa Moni, yaitu pemandangan di atas puncak gunung dengan tiga danau vulkanik berwarnanya yang terkenal. Danau-danau ini pun sering berubah warna. Setidaknya ada beberapa warna yang pernah dilaporkan antara lain warna aqua, hijau, merah, dan cokelat. Bukankah anda sungguh mujur, kalau berhasil melihat ketiga danau dengan warna berbeda-beda hanya berada di atas satu puncak gunung. Fenomena ini diduga disebabkan perubahan reaksi kimia mineral di danau yang dipicu aktivitas gas gunung api. Ini tentu sangat menakjubkan.

Danau Kelimutu merupakan tiga danau berwarna di puncak gunung yang sama, terletak di Desa Moni, Flores.
(Source: www.flickr.com - Photo by. Nicko Vandha)

Tapi tak kalah menakjubkan untuk jalan-jalan ke Desa Cancar. Mengambil selembar foto dengan pemandangan jaring laba-laba berukuran besar di belakang anda. Ini bukan jaring laba-laba sesungguhnya. Tetapi ciptaan langka dari berhektar-hektar sawah yang berbentuk persis jaring laba-laba dan luar biasa besarnya.

Usai menyusuri gunung, bukit, pantai serta laut. Mungkin anda pun tertarik membeli sesuatu untuk dijadikan kenang-kenangan atau cinderamata. Maka jangan lupa berbelanja ke pasar tradisional. Belilah tenun ikat spesial ini. Merupakan tenunan hasil kerajinan tangan wanita-wanita di Flores. Tenunannya halus dan terdiri atas berbagai pilihan warna dengan aneka corak yang khas.

BELAJAR BUDAYA DARI PENINGGALAN YANG TERSISA

Belum puas dengan panorama alam Flores yang menakjubkan. Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata dengan suasana berbeda. Jalan-jalan sambil mempelajari kebudayaan yang beragam akan memberikan kesenangan tersendiri. Bercengkrama dengan masyarakat adat diantara bangunan-bangunan tradisional dengan nilai-nilai tradisi yang masih dijunjung tinggi.

Caci atau atau tari perang merupakan tarian tradisional sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung menggunakan cambuk dan perisai di Flores. Tarian ini dimainkan saat musim panen, sebagai ritual tahun baru, upacara pembukaan lahan, upacara adat besar lainnya, ataupun dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu penting.
(Source: www.flickr.com - Widiyanto Wibowo)
Masyarakat adatnya bisa dari berbagai suku yang telah lama bertahan di Pulau Flores. Misalnya Suku Ende, Suku Flores, Suku Manggarai, Suku Ngada, dan masih banyak suku lainnya. Mereka adalah masyarakat yang ramah. Ketika anda datang berkunjung, mereka senantiasa menyambut penuh kehangatan dan sewaktu-waktu ke dalam upacara adat atau ritual. Nilai-nilai tradisi dari nenek moyang mereka masih terus terjaga hingga saat ini, seolah tak tergerus zaman.

Anda mungkin berada di era dimana gedung-gedung menjulang tinggi mengelilingi anda. Atau sekadar melihatnya di televisi dan membuat anda terpukau. Tapi yang anda temukan di Flores adalah sangat berbeda dan jauh dari hal itu. Tempat ini seperti tidak banyak berubah namun tetap memikat. Anda berjalan ke pelosok desa dan menemukan diri anda seperti menembus dimensi waktu dan bergerak mundur beratus-ratus tahun yang silam.

Kampung adat di Flores yang dianggap tertua saat ini adalah Kampung Gurusina. Diperkirakan mendiami Flores sejak 5000 tahun silam dan berada di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Di sini terdapat 33 rumah adat yang dihuni tiga suku besar yaitu Suku Kabi, Suku Ago Azi, dan Suku Ago Kae. Alat musik khas mereka adalah Begho. Berupa alat musik petik berdawai enam, dimainkan layaknya pemain gitar. Pengalaman berada di sini tentu akan memberi kesan yang mendalam bagi anda.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores
http://www.sergapntt.com/gurusina-kampung-adat-tertua-di-pulau-flores/

Ewako Visitors

Free counters!

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys